Beranda

Islam Kita

- Sebuah Sketsa Cinta

alangkah indahnya hidup ini bila kita mewarnakan putih, bukanlah putihnya asap dari amal kita yang terbakar ujub dan riya’, atau putihnya nanah dari luka nurani yang tak kunjung pulih, tetapi putihnya akal yang sejernih air, jiwa yang sesejuk salju, hati yang sebening embun, terangkum dalam pribadi yang shalih… alangkah indahnya hidup ini ketika kita menyiratkan hitam, bukan karena hati tertutup kegelapan, dalam hijab kesesatan yang kelam, tetapi untuk membingkai warna-warni kebijaksanaan dari pemahaman yang mendalam… alangkah indahnya hidup ini saat kita menggoreskan merah, bukan untuk meluapkan amarah, apalagi membuat darah orang tak bersalah tertumpah, tetapi sebagai keberanian yang tertegas, atas semangat gelora cinta yang membuncah… alangkah indahnya hidup ini jika kita menorehkan jingga, bukan sekedar untuk kesombongan semata, tetapi persembahkanlah untuk membuatNya bangga… alangkah indahnya hidup ini bila kita menghamparkan hijau, bukan karena membiarkan kezaliman, tetapi untuk meneduhkan jiwa-jiwa yang risau… alangkah indahnya hidup ini andai kita menggambarkan biru, bukan untuk melangitkan keangkuhan, tetapi untuk meluaskan samudera ilmu… alangkah indahnya hidup ini saat kita melukiskan ungu, bukan untuk mengumbar kenikmatan semu, tetapi untuk mengendalikan hawa nafsu…<baca selanjutnya>


– Zionisme Gerakan Menaklukkan Dunia (download eBook)
– Ancaman Global Freemasonry

_________________________________________________________

Cinta

- Ya Rabb… Jika Kelak Aku Jatuh Cinta Lagi…

Ya Rabb… jika kelak aku jatuh cinta lagi, cintakanlah aku pada seseorang yang melabuhkan cintanya padaMu agar bertambah kekuatanku tuk mencintaiMu, dan jagalah cintaku padanya agar tak melebihi cintaku padaMu… Ya Allah… jika kelak aku jatuh hati lagi, izinkanlah ku menyentuh hati seseorang yang hatinya tertaut padaMu agar tidak terjatuhku dalam jurang cinta semu, dan jagalah hatiku darinya agar ku tak berpaling dari hatiMu… Ya Tuhanku… aku tidak meminta seseorang yang sempurna dari sisiMu, tidak ya Rabb… karena Engkau pun pasti Maha Mengetahui sesungguhnya keadaanku, Engkau tahu dulu aku ini hanyalah musuhMu yang pernah singgah di jurang nerakaMu dan akupun tahu, tiada seorangpun yang sempurna di dunia ini dari kesalahan atau kekurangan, maka, aku meminta padaMu seorang yang tak sempurna ya Rabb, sehingga ia merasa sempurna ketika diriku hadir dalam kehidupannya karenaMu… seseorang yang kan kusayangi karena kelembutan hatinya, seseorang yang kan kucintai karena keindahan akhlaknya, seseorang yang kan kukasihi karena kehalusan budinya, seseorang yang kan kukagumi karena kesantunan sikapnya, seseorang yang kan kupuja karena kerendahan hati dan kesederhanaannya, seseorang yang mau menerimaku setulus hatinya, yang tak akan pernah ku menduakan cintanya hingga akhir hayatku tiba… seseorang yang kan ku hibur hatinya bila ia bersedih, seseorang yang kan ku seka air matanya ketika dia menangis, seseorang yang kan ku jadikan pundakku tempatnya bersandar saat dia lelah, seseorang yang kan ku dengar seksama segala kesahnya, seseorang yang kan ku pertaruhkan nyawaku demi menjaga kehormatannya, seseorang yang ketulusan dan kesetiaan hati ini hanyalah untuknya, yang kan slalu kujanjikan membersamainya hingga malaikat maut menjemputku tiba… <baca selanjutnya>

- Pernikahan Itu… Membuka Tabir Rahasia…

________________________________

Posting

- Conspiracy of WTC 9/11 Tragedy…

_________________________________________________________

Becermin Pada Salaf
(sumber : eramuslim.com)

_________________________________________________________

- Ketika Iman Berlabuh di Hati

crystal-heart-1-1145

heart

Abu Bakar, hatinya senantiasa dipenuhi dengan berbagai bisikan yang berkaitan dengan masalah-masalah yang melingkupi kehidupannya. Lalu, tergambarlah keutamaan-keutamaan kaumnya dalam bentuk yang paling megah. Mereka adalah bangsa yang jujur, yang dalam kehidupan dan perilaku mereka tidak kenal kebohongan dan kepalsuan. Mereka jujur baik dalam hal yang bakal menguntungkan maupun dalam yang bakal merugikan. Kehidupan mereka terang seperti terangnya pada pasir yang mereka diami, secercah langit yang menaunginya. Dari sifat mulia inilah mereka mendapatkan hikmah. Mereka mampu mencari jejak dan menangkap isyarat dari barang-barang beku dan makhluk yang ada disekitarnya. Tetapi, anehnya tak seorangpun diantara mereka yang mengakui dirinya Nabi. Padahal, keimanan, kesucian, dan perilaku mereka akan menyebabkan… <baca selanjutnya>

- Jalan Menuju Cahaya
– Jagalah Dirimu dari Fitnah Dunia
– Perubahan Diri, Ketika Memegang Amanah
– Mengapa Engkau Mencintai Dunia, dan Menjauhi Akhirat?
– Jangan Meminta Yang Bukan Hakmu
– Mengapa Engkau Masih Dapat Tersenyum?
– Masihkah Mempunyai Malu Dihadapan Allah?

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.