Sebuah Sketsa Cinta



alangkah indahnya hidup ini bila kita mewarnakan putih…
bukanlah putihnya asap dari amal kita yang terbakar ujub dan riya’, atau putihnya nanah dari luka nurani yang tak kunjung pulih…
tetapi putihnya, akal yang sejernih air, jiwa yang sesejuk salju, hati yang sebening embun, terangkum dalam pribadi yang shalih…

alangkah indahnya hidup ini ketika kita menyiratkan hitam…
bukan karena hati tertutup kegelapan, dalam hijab kesesatan yang kelam…
tetapi untuk membingkai warna-warni kebijaksanaan dari pemahaman yang mendalam…

alangkah indahnya hidup ini saat kita menggoreskan merah…
bukan untuk meluapkan amarah, apalagi membuat darah orang tak bersalah tertumpah…
tetapi sebagai keberanian yang tertegas, atas semangat gelora cinta yang membuncah…

alangkah indahnya hidup ini jika kita menorehkan jingga…
bukan sekedar untuk kesombongan semata, tetapi persembahkanlah untuk membuatNya bangga…

alangkah indahnya hidup ini bila kita menghamparkan hijau…
bukan karena membiarkan kezaliman, tetapi untuk meneduhkan jiwa-jiwa yang risau…

alangkah indahnya hidup ini andai kita menggambarkan biru…
bukan untuk melangitkan keangkuhan, tetapi untuk meluaskan samudera ilmu…

alangkah indahnya hidup ini waktu kita melukiskan ungu…
bukan untuk mengumbar kenikmatan semu, tetapi untuk mengendalikan hawa nafsu…

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s